Apa Itu Cinta Tanah Air?

Artikel Populer

Dzulfikar Ubaidillah Rois
Dzulfikar Ubaidillah Rois
Mahasiswa Universitas Al-Azhar Mesir

 

kopiah.co – Zaman digital, saat ini telah menjadi suatu era yang mengalami banyak perubahan secara drastis dalam segala lini kehidupan, terlebih dalam cara beragama.

Sayangnya, di zaman berkemajuan ini, sebagian masyarakat justru terbelenggu oleh era serba instan dan mudah.

Pasalnya, sebagian masyarakat terangsang oleh semangat beragama yang serampangan, alih-alih hendak menjadi alim, justru sebaliknya, ia membenci manusia lainnya, alasannya singkat, karena tak seiman.

Beberapa kasus seperti mengkafir-kafirkan, hingga memberontak pemerintah untuk mengubah sistem kenegaraan menjadi kekhalifahan, terjadi di beberapa tahun terkahir ini, adalah sebuah dampak dari semangat beragama yang serampangan.

Dari sini lah, saya mulai mencurigai, sebenarnya sudah berapa lama Islam dijadikan sebagai tunggangan poitik yang hendak meraup kekuasaan?

Menurut Syekh Usamah dalam bukunya Islam Radikal, menerangkan ada beberapa aliran dan kelompok Islam dalam beberapa puluh tahun terakhir telah melahirkan cara berpikir yang keliru.

Mereka, para kelompok yang berusaha memaparkan Islam secara serampangan, berusaha mengambil kekuasaan dengan cara politisasi agama.

Mereka tak akan pernah paham, apa itu cinta tanah air? Dalam keterangan di buku beliau, mereka adalah kelompok Muslim radikal yang tidak memiliki kapasitas dalam memahami syariat.

Hal yang menjadi sangat riskan adalah ketika mereka mulai membawa kesalahpahaman terkait sebuah negara ke dalam konsep “apa itu cinta tanah air” di Indonesia.

Tidak heran, banyak masyarakat Indonesia era ini yang mendadak religius, bahkan enggan mengistilahkan Indonesia menjadi tanah air mereka. Sebuah wilayah yang menjadi tempat kelahirannya. Mereka kerap menolak pertanyaan, apa itu cinta tanah air?

Menurut masyarakat yang mendadak religius, tanah air adalah gugusan tanah yang tidak bernilai. Menurut mereka, “apa itu cinta tanah air” adalah hal konyol dalam diri manusia

Maka ia harus dilawan dan dibuang sebagaimana halnya kecenderungan manusia kepada kemaksiatan. Mereka menolak konsep cinta tanah air, karenanya konsep ini tengah bertentangan dengan konsep khilafah.

Dari sini, maka saya justru sepakat dengan tawaran Imam Fakhruddin al-Razi, beliau memiliki pandangan yang bagus dalam penafsirannya terkait, Apa itu Cinta Tanah Air?

Ia menegaskan bahwa cinta tanah air adalah dorongan fitrah yang sangat kuat di dalam jiwa manusia. Ia juga tak sembarangan menyimpulkan demikian, beliau mengambil dalil dalam Al-Quran terkait “apa itu cinta tanah air.”

Dalam surah An-Nisa ayat 66, Allah SWT berfirman “Dan sesungguhnya, jika kami perintahkan kepada mereka: Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampungmu.”

Beliau menegaskan, bahwa dalam surah ini, Allah SWT mengumpamakan orang yang tengah meninggalkan kampung halaman (yakni, enggan mencintai tanah airnya, sehingga ia hendak keluar karena enggan, bukan karena suatu hal) setingkat dengan bunuh diri.

Berikutnya, Allah SWT juga berfirman: “Seandainya, Aku perintahkan kepada kalian salah satu dari dua kesulitan terbesar di alam semesta, maka mereka pasti tidak akan melaksanakanya. Dua kesulitan terbesar itu adalah bunuh diri dan meninggalkan  tanah air.”

Dari sini lah, Allah mengumpamakan dengan menjadikan kesulitan  untuk melakukan bunuh diri sama persis dengan kesulitan meninggalkan tanah air.

Pun demikian, mengenai masyarakat yang hendak merusak sistem kenegaraan, sama halnya dengan menghadapi sakitnya bunuh diri. Hal ini menunjukkan bahwa mencintai tanah air merupakan perkara yang sangat dalam maknanya bagi setiap manusia.

Allah SWT telah memberikan fitrah kepada seluruh manusia untuk mencintai tanah airnya. Allah SWT juga menitipkan ketenangan dan kelapangan di dalam jiwa manusia untuk dapat mencintai tanah airnya.

Bahkan, siapapun yang merenungkanya pasti akan mengetahui bahwa hal itu terdapat pada seluruh jenis makhluk hidup, tidak hanya manusia. Jika seluruh makhluk hidup di sekitar kita,

Meskipun mereka tidak bisa berbicara kepada kita, namun dengan memperhatikan karakter dan kondisinya, terbukti mereka sangat setia dan mencintai tempat asalnya. Mencintai tanah air, sebuah tempat kelahiran.  

Sehingga, seharusnya manusia lebih berhak untuk bersikap demikian daripada makhluk-makhluk lainya. Karenanya, manusia memiliki banyak keistimewaan, yang menjadikannya sebagai makhluk yang dapat berkehendak untuk mewujudkan akhlak mulia, utamanya loyalitas dan harga diri.

Sebagaimana yang tengah diutarakan oleh Ahmad Syauqi, “tanah air telah mengalir dalam darah, maka setiap orang yang  merdeka, mereka yang memiliki jasa dan hutang yang harus dibayar.”

Maka, apa itu cinta tanah air, adalah sebuah ekspresi manusia yang tengah menghadapi syukur atas kehidupan karena telah dilahirkan ke dunia. Dengan mencintai tanah air, adalah salah satu bentuk,  respon manusia kepada Tuhannya sebagai bentuk penghambaannya. Dengan begitu,  mencintai tanah air pada dasarnya adalah sebuah keniscayaan bagi setiap manusia. Jadi, sudah seberapa dalam Anda menghayati, apa itu cinta tanah air?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Ilmu Kalam dan Klasifikasi Tradisi Kalam Menurut Ibnu ’Asyur

Kopiah.co - Pertikaian yang dicatat dalam khazanah kelimuan Islam, khususnya Ilmu Kalam memiliki corak unik dalam sejarah panjang perkembangannya....

Artikel Terkait