Refleksi Ied al-Fitri ala Zaitunah

Artikel Populer

Ahmad Hashif Ulwan
Ahmad Hashif Ulwan
Mahasiswa Universitas Az-Zaitunah

Kopiah.Co –

Jami’ Zaitunah Al-Ma’mur kembali menggelar salat Ied al-Fitri  setelah dua tahun lamanya terpaksa menutup pintunya untuk para ‘Aidiin wa al-Faizin pada satu Syawwal di dua tahun terakhir dikarenakan pandemi covid-19. 

Gema takbir dikumandangkan dari masjid monumental dan bersejarah tersebut, menyadarkan seantero Tunis atas keagungan Sang Khaliq, Masyarakat Tunis berduyun-duyun menuju masjid terbesar di pusat kota tersebut dengan penuh kesadaran.

Syaikh Hichem ben Mahmoud selaku ulama tersohor, imam, dan khatib masjid Az-Zaitunah mengimami para jama’ah dalam Ied al-Fitri tahun ini. Kemudian diatas mimbar khatib ia berkhutbah dengan suaranya yang teduh dan tatapannya yang menenangkan.

Pesan pertama Syaikh alumni Universitas Az-Zaitunah tahun ‘76 ini dalam khutbah Ied Fitri agar umat muslim diseluruh penjuru dunia tetap bersatu, tidak terpengaruh dengan fitnah diluar sana, karena persatuan umat islamlah satu satunya jalan untuk dapat membangun peradaban yang sempurna, agar umat dapat saling gotong royong dalam semua lini kehidupan, sebagaimana yang dikatakan Ibnu Khaldun “al-insanu madaniyyun bi al-tabi” , “Manusia adalah makhluk sosial”. 

Persatuan umat islam yang berpondasikan Ta’awanu ala al-birri wa al-taqwa seyogyanya dapat terimplementasikan tidak hanya dalam setiap ‘ubudiyyah, tetapi juga dalam kehidupan sosial umat, sehingga, persatuan ini bukan hanya menjadi substansi beragama, tetapi yang lebih luas daripada itu, substansi kehidupan. Modal persatuan yang umat islam miliki sangtlah besar, mulai dari Al-Quran yang terjamin keotentikannya oleh Allah SWT, rukun islam, rukun iman, hingga etika moral sempurna yang telah dirangkum oleh Al-Quran dan Atsar.

Modal utama persatuan yang umat islam miliki ini dapat terealisasikam dengan utuh ketika setiap individu umat muslim memiliki kesadaran yang matang, kesadaran atas peran dia di dunia ini, dan kesadaran kehidupannya setelah kehidupan dunia ini. 

Modal Uswatun Hasanah yang terpatri dalam teks Al-Quran dan diri nabi Muhammad SAW menjadi kesadaran selanjutnya yang harus benar benar diperhatikan oleh kaum muslim dimanapun dia berada. Karena inilah esensi dari agama.

Setelah sebulan lamanya kaum muslim menjalankan Ramadhan yang dihiasi dengan kesabaran saat berpuasa, kekhusyu’an dalam salat, kesadaran dalam zakat dan tilawah quran, selayaknya membentuk seorang muslim menjadi insan yang lebih baik setelah lulus dari akademi ramadhan ini, menjadikan muslim lebih berkualitas, lagi-lagi, bukan hanya dalam sisi ritual, tetapi yang lebih esensial; berkualitas dalam bersosial.

Dua pesan penting ini, Persatuan dan Akhlaq dan implementasinya untuk kehidupan sosial yang menjadi higlight khutbah ‘Kyai Sepuh’ Tunisia tersebut dalam kesempatan Ied tahun ini sebagai refleksi bagi ‘Aidin wa al-Faizin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Ilmu Kalam dan Klasifikasi Tradisi Kalam Menurut Ibnu ’Asyur

Kopiah.co - Pertikaian yang dicatat dalam khazanah kelimuan Islam, khususnya Ilmu Kalam memiliki corak unik dalam sejarah panjang perkembangannya....

Artikel Terkait