Soal Berantas Korupsi, Ganjar-Mahfud punya Rekam Jejak Teruji

Artikel Populer

Kopiah.Co — Menjelang debat pilpres 2024 sesi pertama, isu pemberantasan korupsi menjadi isu yang sangat sentral diperbincangkan. Masing-masing calon presiden dan wakil presiden diminta untuk memberikan gagasan dan solusi yang tepat untuk memberantas korupsi yang sudah merajalela di Indonesia.

Melansir dari Badan Pusat Statistika (BPS), Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) Indonesia pada tahun 2023 berada di angka 3,92 pada skala 0 sampai 5. Menurun 0,01 dibandingkan tahun 2022 yang mencapai angka 3,93. Hal ini tentu disebabkan oleh beberapa faktor yang terjadi belakangan ini.

Pada pilpres 2024 ini, visi misi dari pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD perihal pemberantasan korupsi adalah gagasan yang paling solutif, substantif, dan tepat. Terbukti dari rekam jejak dan pengalaman keduanya di lembaga pemerintahan, mereka berdua adalah orang yang bersih, tegas dalam pemberantasan korupsi, dan tidak pandang bulu.

Di dalam visi misi yang dicanangkan, keduanya sepakat untuk menjadikan pemberantasan korupsi sebagai prioritas utama yang akan dilakukan ketika dipilih menjadi presiden dan wakil presiden di tahun 2024, dan akan bahu-membahu untuk bebasnya Indonesia dari wabah korupsi yang merajalela.

Bagi keduanya, pemberantasan korupsi adalah janji reformasi yang harus ditunaikan sebagaimana mestinya. “pemberantasan korupsi di negeri ini adalah janji reformasi yang harus kita tunaikan sebagaimana mestinya. Maka hukum harus teguh tanpa pandang bulu, dan harus ada aktor yang tepat untuk menunaikannya”, kata Ganjar. Sebab itu, selama kepemimpinannya di Jawa Tengah, ia terbukti memiliki komitmen tinggi dalam pemberantasan korupsi dan bersamaan dengan itu, integritas Prof. Mahfud pun tidak diragukan lagi dalam hal yang sama.

Slogan “Mboten Korupsi, Mboten Ngapusi”

Slogan ini mulai dikenalkan oleh Ganjar Pranowo ketika ia memimpin Jawa Tengah selama 10 tahun. Dan sejak itu, slogan ini menjadi terkenal dan memainkan peran kunci bagi kesuksesan Ganjar dalam menekan pemberantasan korupsi di Jateng.

Dalam satu kesempatan, Pak Ganjar selalu menegaskan, bahwa baginya, slogan Mboten Korupsi, Mboten Ngapusi bukanlah kata-kata semata. Itu adalah bentuk komitmen Ganjar dalam memberantas korupsi. Terbukti, dengan slogan tersebut, berhasil membawa Jateng meraih lima kali berturut-turut penghargaan dari Kemenpan RB sebagai instansi pemerintahan yang mendapat predikat A pada sistem akuntabilitas kinerja, juga dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di bidang gratifikasi sebagai lembaga dengan tingkat kepatuhan pelaporan terbaik.

Kebijakan Ganjar melalui slogan ini, tentu menjadikannya sebagai tokoh yang terbukti berkomitmen tinggi dalam pemberantasan korupsi, dan siap membawa slogan ini ke tingkat yang lebih tinggi yaitu tingkat Nasional.

Menempatkan Koruptor di Penjara Nusakambangan

Baru-baru ini, publik dibuat terpukau dengan gagasan Ganjar Pranowo yang ingin agar para koruptor di penjara di Pulau Nusakambangan. Hal ini, membuat Ganjar Pranowo mendapat dukungan penuh dari khalayak ramai yang sudah jengah dengan tindak tanduk pejabat yang selalu mencuri uang negara demi kepentingan pribadi.

Perlu diketahui, penjara Pulau Nusakambangan adalah penjara yang didesain khusus untuk para narapidana kelas berat, agar mendapatkan efek jera akibat perilaku yang diperbuat

Mula-mulanya, Ganjar memaparkan data Transparency International tahun 2022 yang menunjukkan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia berada di urutan 110 dari 180 negara dengan skor 34. Merujuk data tersebut, Ganjar menyebut pemberantasan korupsi mesti diperkuat lewat tindakan tegas pemimpin negara. Salah satunya dengan menahan koruptor di lapas Nusakambangan.

“Maka teman-teman, kalau kalau kita melihat kondisi ini, setuju tidak kalau Nusakambangan itu tempat terbaik yang kita pilihkan untuk pejabat yang korupsi? Setuju tidak?” ujar Ganjar dalam satu forum. Hal ini tentu menjadi bukti bahwa Ganjar Pranowo bersama Mahfud MD terbukti berkomitmen dan memberikan gagasan yang solutif demi mengatasi masalah korupsi.

Penguatan KPK

Penguatan KPK menjadi salah satu solusi dalam mengatasi permasalahan korupsi yang merajalela. Mahfud MD sebagai calon wakil presiden berkomitmen akan menguatkan kelembagaan KPK yang selama ini selalu bisa diintervensi dengan berbagai konflik kepentingan beberapa kelompok.

Menurut Mahfud, salah satu penyebab turunnya indeks persepsi di Indonesia adalah revisi UU KPK. Ia merupakan salah satu pihak yang menolak upaya revisi UU KPK. Mahfud juga menyampaikan bahwa sebab skor Indonesia turun itu karena dimulai sejak terjadinya pelemahan KPK melalui revisi Undang-Undang KPK pada 2019.

Maka dari itu, ini adalah gagasan yang dicanangkan oleh Ganjar Pranowo dan Mahfud MD yang akan kembali merevisi UU tersebut dan menguatkan kelembagaan KPK agar dapat memberantas korupsi sampai ke akar-akarnya.

Ganjar dan Mahfud adalah peluru tak terkendali untuk memberantas korupsi. Ketegasan Mahfud kepada para koruptor tentu membuat masyarakat merasa tenang, karena tingkat korupsi yang hingga saat ini masih tinggi.

Pendidikan Antikorupsi Sejak Dini dan Ketepatan Aktor

Pendidikan antikorupsi adalah program yang sudah Ganjar Pranowo lakukan selama sepuluh tahun memimpin Jawa Tengah. Hal ini berdampak kepada berhasilnya Jawa Tengah menekan terjadinya korupsi disana. Menurut Ganjar, pendidikan antikorupsi menjadi penting untuk disosialisasikan di sekolah, dunia usaha, dan tempat-tempat lainnya.

Pak Ganjar pernah menegaskan, bahwa pendidikan antikorupsi menjadi penting. Program ini masuk ke sekolah, dunia usaha dan perizinan-perizinan, sehingga pemerintah bisa pantau semuanya. Bahkan, kata Ganjar, ia telah memiliki Perda khusus tentang pendidikan antikorupsi.

Dalam hal ini, Ganjar dan Mahfud MD akan membawa program ini ke tingkat nasional. “Maka jika program ini dibawa ke tingkat nasional bukan tidak mungkin ini jadi upaya kami dalam memberantas korupsi,” Kata Ganjar.

Disamping itu, ketepatan aktor juga menjadi penting menurut keduanya. Karena, biasanya aktor-aktor disanalah yang memainkan semua hal ini.Bagi Prof Mahfud MD, ketika kita mendapatkan aktor yang tepat, maka pemberantasan korupsi yang selama ini menjadi angan-angan akan terealisasi dengan baik.

Dengan demikian, gagasan yang dipaparkan keduanya dalam visi misi tentang pemberantasan korupsi inilah yang menjadikannya sebagai gagasan yang paling rasional, substantif, dan solutif. Ditambah dengan rekam jejak dan pengalaman keduanya yang bersih dari jeratan pidana dan kasus korupsi membuatnya akan lebih bisa direalisasikan dengan cepat dan tuntas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Muslim Progresif : Paradigma Berpikir Omid Safi Tentang Keadilan, Gender dan Pluralisme

Oleh : Muhammad Sheva Maulaya Zuhdi, Mahasiswa Indonesia di Universitas Zaitunah Kairouan Tunisia Kopiah.Co — Di era modern yang semakin...

Artikel Terkait