Dukung Politik Gagasan, Sejumlah Mahasiswa Indonesia di Timur Tengah dan Afrika Kaji Buku ‘Membongkar Pikiran Ganjar’

Artikel Populer

Kopiah.Co — Sejumlah mahasiswa Indonesia di Timur Tengah dan Afrika mengkaji buku yang membahas gagasan dan rekam jejak Ganjar Pranowo, Calon Presiden Republik Indonesia 2024 yang berjudul ‘Membongkar Pikiran Ganjar’ (10/12). Kegiatan tersebut merupakan sebuah dukungan dari para mahasiswa Indonesia agar kerja-kerja pembangunan Indonesia dibangun dengan gagasan dan ide-ide. 

Mahasiswa Indonesia di Universitas Zaitunah Tunisia, Nata Sutisna mengatakan bahwa kegiatan mengkaji buku ‘Membongkar Pikiran Ganjar’ adalah bagian dari pendidikan politik yang relevan bagi generasi muda. Menurutnya, anak muda mesti melihat sosok pemimpin yang punya rekam jejak serta gagasan teruji, bukan yang pandai gimmick. 

“Republik Indonesia itu dibangun dengan darah, keringat, dan air mata lho. Gak sembarangan. Indonesia merdeka itu berdiri karena pengorbanan dan gagasan. Sebab itu, memimpin bangsa ini tidak boleh main-main. Kita sedang mempertaruhkan nasib rakyat dan masa depan Indonesia. Mengkaji buku pikiran Mas Ganjar inilah yang relevan buat anak muda. Bukan gimmick atau joget-jogetan, karena menurut kami itu sangat-sangat memalukan, tidak substantif dan tidak mencerdaskan”, ujar Mahasiswa Indonesia asal Purwakarta Jawa Barat itu. 

Selain itu, Nata juga menyebut bahwa Ganjar Pranowo adalah pemimpin yang punya rekam jejak serta pengalaman dalam memimpin rakyat. Gagasan yang disampaikan Ganjar, kata Nata, lahir dari pengalaman hidupnya sebagai orang yang tumbuh dari keluarga sederhana.

“Kalau kita perhatikan, gagasan yang disampaikan oleh Mas Ganjar di berbagai forum itu telah ia lakukan di lapangan. Artinya bukan obral janji. Mas Ganjar memang 10 tahun di DPR RI dan bahkan 10 tahun juga memimpin Jawa Tengah, salah satu provinsi terbesar jumlah penduduknya. Maka kami rasa mengkaji pikiran Mas Ganjar itu sangat relevan buat kami, anak-anak muda yang kelak menjadi pemimpin di masa mendatang”, jelas Nata bersemangat. 

Selain itu, sebagai anak muda, tambah Nata, ia bersama teman-temannya di Timur Tengah dan Afrika berkomitmen untuk menggelar kegiatan rutin yaitu pendidikan politik yang bersumber dari gagasan Ganjar Pranowo. Menurut Nata, peradaban Indonesia itu mesti dibangun dengan gagasan. 

“Indonesia itu mesti dibangun dengan gagasan. Dalam bahasa Arab, Indonesia itu harus ‘tajri min tahtihal afkaar‘. Sekali lagi, kami sangat tersinggung dengan para politisi yang selalu menampilkan gimmick dengan joget-jogetan. Sungguh itu sangat tidak senafas dengan semangat para pendiri bangsa. Sebab itu, kami percaya pada Mas Ganjar, sosok yang tegak lurus pada konstitusi dan punya segudang prestasi. Kerjanya untuk rakyat telah nyata manfaatnya selama memimpin Jawa Tengah dua periode. Di antara yang menurut kami keren adalah konsep pengentasan kemiskinan melalui jalur pendidikan. Itu gokil dan telah terbukti manfaatnya”, ujar Nata. 

Di akhir, Nata menegaskan bahwa pemimpin ke depan bukan hanya sekadar menjadi pemimpin, namun juga memberikan keteladanan. “Kami mengajak semua pihak untuk membangun kesadaran bersama, bahwa pemimpin yang kita pilih itu adalah pemimpin yang bisa dijadikan teladan. Mas Ganjar itu ya kita. Orang biasa, lahir dari rakyat. Namun ia berproses dan ditempa dari bawah hingga kemudian dipercaya oleh rakyat menjadi pemimpin. Inilah sebenar-benarnya keteladanan. Kami yakin, Mas Ganjar bisa jadi inspirasi baru anak muda dalam hal kepemimpinan”, tutup Nata, Mahasiswa Fakultas Peradaban Universitas Zaitunah Tunisia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Gelar Kunjungan ke Toko Buku, Kopiah.Co Dorong Mahasiswa Bangun Budaya Baca

KOPIAH.Co — Pusat Studi Islam dan Sukarno, KOPIAH.Co bersama Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Tunisia menggelar 'Maktaba Tour' dengan melakukan...

Artikel Terkait