Disrupsi di Ujung Tanduk

Artikel Populer

Aqlima Qonitin Bilqist
Aqlima Qonitin Bilqist
Mahasiswi Universitas Az-Zaitunah

Kopiah.co- Dewasa ini tidak banyak yang dapat melihat semua kejadian dan ancaman kehancuran sebagai peluang untuk memperbarui dan menginovasi usaha. Seperti khalayakketahui bahwasannya era disrupsi membawa banyak tantangandan tuntutan baru dalam aspek kehidupan manusia, salah satunya adalah benturan antara human intelligence dan artificial intelligence.

Oleh karena itulah, perlunya milenial untuk membekali diri dengan memperkuat meta-knowladge. Keunggulan human intelligence dari artificial intelligence adalah manusia bisa memperoleh meta-knowladge, sedangkan artificial intelligence tidak bisa. Meta-knowladge adalah pengetahuan tentang pengetahuan mengenai cara mengelola, mengevaluasi dan menghasilkan pengetahuan yang mencakup creativity, inovation, critical thinking serta problem solving.

“Self disruption: agility, self-driving, and execution” adalah salah satu pokok penting dalam pembahasan buku “Disruption” karya Rhenald Kasali. Era disrupsi dimaksudkan dengan suatu masa dimana kemajuan teknologi membawainovasi yang berpengaruh sehingga membawa perubahan yang signifikan pada kehidupan manusia. Jika SDM dapat mengikuti dan mengeksekusi perubahan, maka hasil dari disrupsi ini akan jadi sesuatu yang membuahkan hasil. Terdapat kutipan Albert Einstein “We cant solve problem by using the same kind of thinking we used when we created them” dimana suatu masalah akan berubah karena melakukan inovasi sehingga masalah yang dihadapi pun akan berganti.

Era ini menuntut dan memberi tantangan untuk mendisrupsi diri sendiri agar terus bertransformasi tanpa harus menununggu “disruption” hadir secara nyata di depan mata. Sebagai milenial sudah seharusnya untuk berlomba-lomba dalam menaikkan kualitas diri. Salah satunya mengetahui apa itu self driving, yaitu berkomitmen penuh untuk terus belajar, go explore dan tidak menutup diri.

Mark Minervini, seorang trader saham Amerika juga terkenal sebagai veteran wallstreet selama 37 tahun, membagikan life hack berupa three question. Tiga pertanyaan ini direfleksikan untuk diri sendiri setiap harinya, what specifically can I do today to move closer to my goal?, what did i learn today?, and how can I use what I learned today to move closer to my goal tomorrow?. The secret of questioning tersebut apabila direfleksikan setiap hari pada diri sendiri akan mereaksikan pikiran dan jika diarahkan dengan baik maka akan menghasilkan kesimpulan yang tepat sehingga menuntut kita semua untuk melakukan perbaikan kedepannya. 

The secret of questioning ini merupakan salah satu contoh cara bagi milenial untuk eksplor lebih jauh mengenai diri sendiri dan memberi pandangan serta strategi untuk membaca where we are and where we are going to. Jawaban dari the secret of questioning merupakan sebuah optimisme bagi para genarasi milenial memproyeksikan masa depan yang cemerlang. 

Pada zaman ini, milenial seharusnya paham akan musim hidup yaitu berada di fase usia berapa dan apa yang harus dilakukan pada saat berada di fase tersebut, hal ini bertujuan untuk memudahkan pengkrucutan potensi yang dimiliki, kemudian mengembangkannya dan mencapai target tertentu.

Dalam journey yang saya tempuh di fase musim hidup20an, saya mengamati bahwasannya era disrupsi menuntut kita melakukan self-disruption dengan melihat jauh ke depandan berani membongkar cara-cara kuno. Hal ini saya siasatidengan perbanyak membaca, berdiskusi serta mengikuti organisasi yang membekali saya banyak pengetahuan dan pengalaman, karena dewasa ini yang tersungkur adalah yang “salah pikir” artinya yang masih berkutat dan terbelenggu pada pola pikir lama dan linier, penting bagi milenial memiliki perspektif yang luas dan bijaksana, didampingi dengan mindset yang tumbuh agar mampu menggerakkan SDM dan mengeksekusi suatu perubahan hingga tuntas. Tak hanya itu, self discipline dan berani mengambil resiko serta kemampuan creative and critical thinking dapat meningkatkan agility (ketangkasan) sehingga terbentuknya meta-knowladge yangsiap untuk menyambut disrupsi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Ilmu Kalam dan Klasifikasi Tradisi Kalam Menurut Ibnu ’Asyur

Kopiah.co - Pertikaian yang dicatat dalam khazanah kelimuan Islam, khususnya Ilmu Kalam memiliki corak unik dalam sejarah panjang perkembangannya....

Artikel Terkait