Ganjar Pranowo, Pemimpin Cerdas dan Merakyat

Artikel Populer

Kopiah.Co — Berilmu dan memiliki kecakapan dalam memimpin menjadi karakter utama yang harus dipenuhi oleh setiap pemimpin. Ibnu Khaldun, Bapak Sosiologi Dunia dalam magnum opusnya al-Mukaddimah telah menegaskan tentang pentingnya ilmu pengetahuan sebagai modal kemajuan suatu bangsa. 

Namun, berilmu saja tidak cukup. Untuk membangun negara modern ke depan yang multi etnis, multi religius, dan multikultur, seorang pemimpin harus memiliki karakter kepemimpinan yang merakyat, yaitu seorang figur yang mampu turun ke bawah menyapa rakyat, mendengarkan aspirasi, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Saat ini, di Indonesia, tokoh yang sudah teruji memiliki kecakapan dalam memimpin dan merupakan sosok figur yang karakternya merakyat adalah Ganjar Pranowo. Rekam jejak Gubernur Jawa Tengah yang menjabat selama dua periode itu dinilai cemerlang dalam kapasitasnya di eksekutif, sekaligus terkenal karena figurnya yang tidak berjarak dengan rakyat.

Kecakapan Ganjar dalam memimpin telah terbukti, karena ia memiliki pengalaman yang matang dan telah tumbuh dalam perjalanan panjang di dunia politik baik di legislatif maupun di eksekutif. Ganjar sempat menjabat sebagai anggota DPR RI selama dua periode, sejak tahun 2004 hingga tahun 2013.

Periode 2004-2009, Ganjar menjadi anggota komisi IV DPR RI untuk Bidang Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Kelautan, Perikanan, dan Pangan. Lalu pada periode 2009-2013, ia menjadi Wakil Ketua Komisi II DPR RI Bidang Pemerintahan Dalam Negeri, Otonomi Daerah, Aparatur Negara, Reformasi Birokrasi, Pemilu, Pertanahan, dan Reformasi Agraria.

Kemudian perjalanan karir politik Ganjar juga dilanjutkan dengan menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah selama dua periode, sejak 2013 hingga 2023. Sehingga, dengan segudang pengalaman dan prestasi yang ia miliki sebagai kepala daerah itu, menjadi contoh konkret dari sosok Ganjar Pranowo yang memenuhi kompetensi sebagai seorang pemimpin yang cerdas dan berkualitas.

Selama menjadi Gubernur sejak 2013, telah banyak pembangunan dan prestasi yang ditorehkan oleh Ganjar Pranowo. Dari mulai pembangunan jalan, pengembangan desa wisata, UMKM Jateng Go Internasional, pembangunan pasar tradisional, renovasi lebih dari 1.000.000 rumah, membangun kesejahteraan guru agama non formal dan guru honorer, membebaskan biaya SPP sekolah, menurunkan stunting, jambanisasi, sekolah virtual pertama untuk anak yang putus sekolah, serta segudang prestasi lainnya di berbagai sektor yang inovatif dan progresif.

Adapun karakternya yang merakyat tidak perlu diragukan lagi. Ganjar adalah seorang figur yang dekat dengan rakyat, sederhana, dan gemar blusukan menyapa rakyat. Gaya kepemimpinan Ganjar terbukti mampu merangkul rakyat dan merawat kebhinekaan di Indonesia.

Karena bagaimana pun, Indonesia sebagai negara yang kaya akan keberagaman ini mesti dirawat dengan baik. Jangan sampai keharmonisan antar suku atau antar agama di negeri ini dirusak dengan gerakan politisasi agama sebagaimana yang terjadi pada Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 lalu.

Kembali ke Ganjar. Sosok Ganjar yang merakyat dan gemar blusukan itu juga tidak bisa dilepaskan dari latar belakang hidupnya yang berasal dari desa dan tumbuh dalam keluarga yang sederhana. Diketahui, sejak remaja, Ganjar senantiasa membantu ibunya berjualan di toko kelontong dan bensin eceran untuk menambah pendapatan keluarga.

Maka, tak heran jika sikapnya yang natural akrab dengan rakyat itu lahir dari perjalanan hidupnya yang ditempa dengan kekurangan dan keterbatasan ekonomi. Sehingga, Ganjar lebih peka dalam merasakan apa yang dibutuhkan oleh rakyatnya. Sesuai dengan motto kepemimpinan yang ia gaungkan yaitu, “Tuanku ya Rakyat, Gubernur cuma Mandat”.

Wujud kedekatan seorang Ganjar Pranowo dengan rakyat dapat kita lihat pada rekam jejaknya. Yang terbaru, kita bisa melihat pada kegiatan halalbihalal yang ia gelar bersama ribuan masyarakat di rumahnya pada Idulfitri kemarin. Ganjar sebagai seorang pemimpin, tidak ragu untuk duduk sama rata bersama rakyat, dan sangat kontras dengan beberapa politisi Tanah Air yang justru memilih untuk bertemu dengan para elite.

Yang menarik dari seorang Ganjar juga adalah, ia menggunakan media sosialnya sebagai jembatan untuk berkomunikasi dengan rakyat, bahkan sejak menjadi anggota DPR RI hingga saat ini ketika dirinya menjadi Gubernur. Bagi Ganjar, canggihnya teknologi saat ini harus disyukuri dengan lebih intens melakukan komunikasi antara seorang pemimpin dan rakyatnya. Sehingga, tidak ada alasan lagi bagi seorang pemimpin untuk tidak mendengarkan kritik, saran, dan aspirasi dari rakyat.

Faktanya, Ganjar Pranowo bukanlah figur pemimpin yang anti kritik. Kita semua ingat bagaimana Ganjar menyambut dan menemui ribuan mahasiswa yang berdemo. Bagi Ganjar, pendapat, saran, dan kritik dari rakyat adalah sesuatu yang harus dihormati sebagai bagian dari demokrasi.

Menurutnya, kita sebagai manusia tentu memiliki kesalahan dan kekurangan. Maka itu, tidak perlu kaget jika apa yang kita lakukan tidak disukai oleh semua orang. Bagi seorang Ganjar, musyawarah dan dialog menjadi jalan utama yang mesti ditempuh dalam menyelesaikan segala perselisihan, sehingga persatuan dan persaudaraan dapat benar-benar dirawat dengan baik.

Terakhir, dari sosok Ganjar kita belajar, bahwa kekuasaan atau jabatan adalah amanah yang harus ditunaikan dengan penuh tanggung jawab sekaligus sebagai wujud pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, sebagai seorang pemimpin, Ganjar juga menjadi ‘qudwah’ atau teladan tentang pentingnya membangun kemaslahatan di tengah rakyat.

Karena sejatinya, seorang pemimpin yang dipilih oleh rakyat harus ‘merakyat’, yaitu mau merasakan keringat rakyat, memikirkan rakyat, dan dekat dengan rakyat. Bukan sebaliknya, berjarak dengan rakyat, atau bahkan mungkin untuk bersalaman dengan rakyat saja perlu memakai sarung tangan.

Sebab itu, untuk menyongsong Indonesia emas ke depan, dibutuhkan karakter kepemimpinan yang cerdas dan merakyat. Sehingga, dengan modal itu, demokrasi kita terawat dengan baik, toleransi dapat dirajut, serta keadilan dapat diwujudkan. Dan pemimpin yang cerdas dan merakyat itu bernama Ganjar Pranowo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Cerita dari Palestina : Berbaik Sangka kepada Imigrasi Paling Ketat, Allenby Border

Kopiah.Co — Berbaik sangka dalam menjalani apapun ternyata dapat menjadi perjalanan hidup kita menjadi ringan, termasuk saat singgah ke...

Artikel Terkait