Gelar Ngaji Pemikiran Thahir Haddad, Mahasiswa Indonesia di Tunisia Serukan Islam Emansipatoris

Artikel Populer

KOPIAH.CO — Pusat Studi Islam dan Sukarno, Kopiah.Co menggelar kegiatan “Ngaji Pemikiran” dengan mengusun tema “Membaca Pemikiran Thahir Haddad: Dari Perjuangan Emansipasi Hingga Pengaruhnya di Tunisia” (14/01/2024)

Kegiatan yang bertempat di sekretariat Kopiah Tunis ini berlangsung sangat meriah dengan antusias para mahasiswa yang ingin mengetahui pemikiran Islam Emansipatoris ala Thahir Haddad, pemikir dan pejuang kemerdekaan Tunisia.

Muhammad Irfan Maulana, mahasiswa magister di Universitas Zaitunah Tunisia tampil sebagai pemantik menjelaskan secara detail mengenai pemikiran Thahir Haddad. 

“Ada tiga sektor pergerakan Thahir Haddad, pertama adalah ruang sosial, mencangkup hak-hak wanita. Kedua yaitu ruang ekonomi, karena ia juga termasuk pelopor pergerakan kaum buruh. Sedangkan yang ketiga adalah perjuangan kemerdekaan”, jelas Irfan. 

Thahir Haddad dikenal juga sebagai Bapak Feminisme Tunisia yang lahir di Ibukota Tunis pada tahun 1899. Disebut begitu karena ia merupakan sosok yang memperjuangkan hak-hak perempuan yang pada saat itu tidak memiliki akses untuk dapat berdiri sendiri, bekerja di sektor publik, maupun menempuh pendidilan. 

Bagi Haddad, jenis kelamin seseorang bukan suatu ukuran prestasi dan amal seseorang. Namun kemampuanlah yang dapat menjadi faktor seseorang dapat bekerja, jauh dari batas-batas jender. 

Haddad juga mengatakan bahwa kesuksesan sebuah bangsa yaitu tatkala laki-laki dan perempuan diberikan kesempatan yang sama.

“Dalam kitabnya Imra’atunan fi al-Syariah wa al-Mujtama’, atau perempuan kita dalam Syariat dan Pranata Sosial, Thahir Haddad mengatakan bahwa suatu bangsa yang mendambakan kejayaan tidak dapat mencapainya selama separuh dari bangsanya (perempuan) hidup dalam kegelapan total, yakni berada dalam kungkungan dan batasan-batasan yang tidak konstruktif”, kata Irfan. 

Menurutnya, di antara butir pemikiran Haddad yang memberikan pengaruh besar bagi bangsa Tunisia adalah gagasannya tentang pelarangan poligami yang kemudian dicantumkan pada majalah akhwal al-syakhsiyah (dokumen hukum keluarga) Tunisia.

Selain itu, lanjut Irfan, Haddad juga dikenal luas karena komentarnya tentang niqab yang tidak sejalan dengan pemikiran muslim arus utama atau konservatif. Bagi Haddad, memakai Niqab bukanlah sebuah kewajiban dan bahkan setiap perempuan bisa menggunakan pakaian secara bebas sesuai apa yang mereka inginkan, tanpa perlu diintervensi oleh atutan-aturan. 

Haddad juga merupakan tokoh yang paling berperan penting dalam membangun peradilan pernikahan yang spesifik mengurusi persoalan perceraian (Mahakim al-Talaq) dan sekolah untuk  perempuan.

“Sebagai seorang aktivis sekaligus ulama, gagasan dan pikiran Thahir Haddad dapat kita temui dalam media-media cetak maupun buku. Maka itu, kita harus banyak membaca dan mengkaji pemikiran-pemikiran tokoh reformis agar kita bisa belajar dari mereka dalam memahami teks keagamaan yang dipadukan dengan realitas, sehingga dapat menjawab problem kemanusiaan kontemporer”, terang Irfan. 

Sementara itu, Koordinator Bidang Kajian Kopiah Tunisia, Muhammad Hanif mengatakan bahwa Pusat Studi Islam dan Sukarno hadir sebagai pelopor yang menjadi wadah bagi para mahasiswa untuk mengenal para tokoh dan pemikiran kontemporer. 

“Di Kopiah, kita sama-sama mengkaji tokoh-tokoh yang mempunyai pemikiran reformis agar kita bisa menjadi pemuda yang peka dengan transformasi zaman. Semangat kita dalam beragama adalah semangat Islam emansipatoris yang memberikan kemaslahatan bagi alam semesta. Sebab itu, jangan sampai teks keagamaan berjarak dengan realitas. Karena agama tidak hanya bicara persoalan langit, namun juga bicara tentang persoalan bumi”, pungkas Hanif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Gelar Kunjungan ke Toko Buku, Kopiah.Co Dorong Mahasiswa Bangun Budaya Baca

KOPIAH.Co — Pusat Studi Islam dan Sukarno, KOPIAH.Co bersama Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Tunisia menggelar 'Maktaba Tour' dengan melakukan...

Artikel Terkait