Menikmati Buku, Menyelami Jutaan Ide dan Gagasan

Artikel Populer

Kopiah.Co — Kemarin, mahasiswa Indonesia di Tunisia menggelar kegiatan “Napak Tilas Peradaban Buku” dalam rangka memperingati Hari Kunjung Perpustakaan Nasional (14/9/2023). Kegiatan tersebut digagas oleh Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Tunisia dan bekerja sama dengan Kopiah.Co (Pusat Studi Islam dan Sukarno) yang disemarakkan dengan kunjungan ke toko-toko buku pada pada dua titik di kawasan jantung kota Tunis.

Titik pertama yang dituju para mahasiswa adalah Rue D’anglettere atau Jalan Inggris yang terletak di pinggiran pusat kota Tunis. Di titik ini, terdapat tiga perpustakaan yang dikunjungi. Ketiga perpustakaan tersebut berisi banyak buku dari lintas pemikiran dengan berbagai bahasa, baik bahasa Arab, Prancis, maupun Inggris dengan harga-harga yang sangat murah.

Kemudian titik kedua yaitu Jalan Dabaghin, yang di sepanjang jalan tersebut terdapat kios-kios buku loak yang terkenal dan fenomenal. Toko-toko buku yang dikunjungi oleh para mahasiswa Indonesia ini merupakan toko buku yang menjual banyak buku-buku bekas, baik buku lama yang sudah sangat sulit dicari di semua toko buku, maupun buku-buku baru yang kontemporer. Harga-harga buku yang dijual pun sangat terjangkau di saku mahasiswa.

Koordinator Kopiah.co, Nata Sutisna, mengungkapkan alasan pemilihan perpustakaan di dua titik ini tidak terlepas dari cerita dan sejarah peradaban bukunya yang sangat terkenal. Keterkenalan itu membuat dua jalan ini, yaitu Rue D’anglettere dan Rue Dabaghin tertuliskan dalam novel yang berjudul نهج انجلترى dan القارء في نهج الدباغين. Karena fenomenalnya peradaban di jalan tersebut, mengundang tidak hanya masyarakat Tunisia, namun juga para mahasiswa asing untuk berkunjung kesana.

Sebagai mahasiswi yang sudah hampir satu tahun menetap di Tunis, napak tilas toko buku ini memiliki kesan tersendiri. Dari buku-buku yang disajikan, saya dapat melihat dan merasakan bahwa ciri khas bangsa Tunisia sejak dulu adalah progresivitas (berkemajuan) dalam pemikiran dan intelektualitas.

Dalam membangun peradaban, intelektualitas menjadi senjata utama, sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibnu Khaldun dalam kitabnya al-Mukaddimah. Selain itu, didukung dengan semangat kebebasan berpikir yang menjadikan negeri paling ujung Afrika Utara ini juga kaya dengan ulama, cendekiawan, dan pemikir yang berperan menghiasi gerak langkah kemajuan dunia.

Fikran Munawwar, salah satu mahasiswa yang mengikuti kegiatan berburu buku itu mengungkapkan bahwa ia merasa senang karena memperoleh manfaat yang sangat berharga dengan berkunjung ke toko buku dan mengenal khazanah peradaban buku di Tunisia.

Ia juga mengatakan bahwa berburu buku merupakan ajang yang seharusnya menjadi kebanggan bagi pelajar Indonesia di Tunisia. Karena dengan membaca buku, kita dapat mengenal pemikiran-pemikiran ulama dan cendekiawan Tunisia.

Penulis memandang bahwa kita sebagai anak bangsa seyogianya ikut serta dalam mempertahankan dan menghidupkan tradisi membaca buku. Sehingga, dalam mengisi kemajuan dunia di masa mendatang, kita sebagai mahasiswa Indonesia pun dapat berperan penting dalam membangun kepemimpinan intelektual dengan membaca dan menikmati buku yang kaya akan jutaan ide dan gagasan.

Penulis adalah Nurhayyu Ratu, Mahasiswi Universitas Zaitunah, Tunisia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Cerita dari Palestina : Berbaik Sangka kepada Imigrasi Paling Ketat, Allenby Border

Kopiah.Co — Berbaik sangka dalam menjalani apapun ternyata dapat menjadi perjalanan hidup kita menjadi ringan, termasuk saat singgah ke...

Artikel Terkait