Masyarakat Dalam Kacamata Ibnu Khaldun 

Artikel Populer

Kopiah.Co – Salah satu konsep sentral diskusi Ibnu Khaldun dalam magnum opusnya; ”Muqaddimah” adalah konsep tentang masyarakat. Kontribusi Ibnu Khaldun dalam membuat konsep masyarakat mendapat pujian dari banyak pihak, khususnya kaum Khaldunian. Diskusi Ibnu Khaldun dalam Muqaddimah menjadi rujukan bagi setiap pemikir dan akademisi, khususnya dalam bidang sosiologi.

Manusia adalah makhluk yang bermasyarakat atau berpolitik, dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah “al-insanu madaniyyun bi al-tabi’”, dan dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah “man is a political creature”. Pernyataan tersebut menjadi jembatan bagi setiap manusia untuk mendorong dirinya mengikuti kehidupan bermasyarakat, ditambah dengan adanya kebutuhan setiap manusia dalam melangsungkan kehidupannya.

Setiap manusia yang sudah terbangun rasa solidaritasnya akan lebih mementingkan manusia yang lain dari pada dirinya. Tidak bisa dipungkiri, bahwa naluri manusia adalah ingin melakukan yang terbaik untuk dirinya dan orang lain. Melakukan kebaikan terhadap orang lain, selain bertujuan membangun rasa solidaritas tapi juga ingin mengharap kebaikan dari Tuhannya dan manusia itu sendiri.

Hidup manusia sehari-hari tidak lepas dari bantuan dan pertolongan orang lain, baik itu disadari atau tidak. Secara tidak sadar setiap manusia selalu berada dalam ruang lingkup kelompok dan golongan, atau biasa kita sebut dengan masyarakat. Masyarakat memiliki peranan penting untuk mewujudkan kehidupan yang bermartabat, sejahtera, damai, dan lain-lain bagi manusia yang berada dalam lingkungannya.

Kehidupan masyarakat Islam yang dibangun oleh Rasulullah SAW di Mekah dan Madinah sampai Era Modern sekarang ini tentunya banyak memberikan perubahan, baik secara ekonomi, politik, pendidikan, dan lain sebagainya.

Ibnu Khaldun memberikan gambaran tentang konsep masyarakat pada saat itu, yaitu pada masyarakat Arab Badui dan Arab kota. Ibnu Khaldun, sebagai seorang ahli sosiologi, mengungkapkan pendapatnya tentang masyarakat. Menurutnya masyarakat merupakan sekumpulan manusia yang berkontribusi dalam menjalankan aktivitasnya sebagai penggerak di muka bumi.

Manusia yang bermasyarakat mempunyai peranan penting dalam mendirikan dan mengakumulasikannya menjadi sebuah bangsa atau negara. Fitrah manusia yang paling dasar adalah membentuk sebuah perkumpulan untuk saling membutuhkan satu sama lain dan kuat dalam menghadapi kehidupan yang bertujuan untuk memberikan perlindungan terhadap kejahatan dan penjajahan yang dilakukan oleh sekelompok orang.

Masyarakat merupakan tempat beradu kegiatan, baik kegiatan politik, ekonomi, pendidikan dan lain-lain. Semua orang tentu membutuhkan dan tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat. Dalam masyarakat, setiap orang mengikuti instruksi dan perintah dari pemimpinnya. Oleh karena itu, peran penting dari pemimpin masyarakat sangat dibutuhkan oleh rakyatnya.

Setiap anggota masyarakat mempunyai kewajiban yang sangat penting dalam menjaga keberlangsungan hidupnya di masyarakat. Kitab suci dan sunnah rasul, menurut Ibnu Khaldun merupakan kekuatan yang paling mulia dalam pengajaran terhadap peradaban masyarakat.Masyarakat menjadi objek dari berbagai kehidupan, khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan.

Berbagai argumentasi yang dilakukan oleh orang-orang yang ada dalam masyarakat menentukan adanya keberlangsungan popularitas dari semua orang. Watak benar atau salah, baik atau buruk, positif atau negatif, semuanya tercermin dalam masyarakat. Yang menjadi jembatan antara kedua watak tersebut adalah moral dalam setiap individu.

Peradaban manusia dalam masyarakat, tentunya didorong dengan kondisi geografis. Kondisi ini dapat membedakan berbagai kehidupan manusia dalam masyarakat. Masyarakat yang hidup di suhu yang panas secara pola pikir dan perlakuan berbeda dengan masyarakat hidup di suhu yang dingin.

Sebagai bentuk contoh dari pembahasan di atas, Ibnu Khaldun dalam karya pertamanya Muqaddimah menjelaskan permasalahan yang diambilnya dari masyarakat Badui, yang memiliki watak liar. Orang-orang Badui yang nampak sebagai tukang-tukang rampok dan sering menimbulkan kekacauan dan kehancuran. Mereka merampok apa saja yang dapat mereka rampok tanpa perkelahian ataupun terjun ke dalam bahaya. Mereka tidak pernah berperang atau menyerang terlebih dahulu kecuali dalam keadaan terpaksa. Ini membuktikan bahwa manusia cenderung untuk menggapai kebahagiaan melalui organisasi atau kelompok yang disebut dengan masyarakat.

Membangun hubungan dalam masyarakat sama halnya dengan membangun cinta pada diri seseorang, bahkan lebih dari itu. Dalam membangun hubungan masyarakat membutuhkan pemikiran, pemahaman, dan pemeliharaan secara seksama. Karena ketika tidak adanya hal tersebut akan berakibat pada mundur dan hancurnya suatu masyarakat. Setiap orang tentu membutuhkan masyarakat yang baik, dengan cara dan konsep terbaik yang bisa membawa mereka ke dalam kehidupan yang tentram, damai, dan baik.

Agama Islam tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat, khususnya perkembangan Islam dalam kehidupan masyarakat Indonesia dan masyarakat lain yang memegang teguh prinsip keislamannya.

Nabi Muhammad SAW merupakan orang yang berpengaruh dalam pembentukan masyarakat Islam, yang sangat dermawan dalam melakukan kebajikan. Darinya pula terbentuklah masyarakat yang ideal, tentram dan sejahtera di kalangan masyarakat Islam khususnya di Jazirah Arab pada masa awal peradaban Islam.

​Ajaran Nabi Muhammad SAW mampu melahirkan masyarakat yang ideal dalam Islam pada masanya, terdiri dari orang-orang yang tidak mementingkan diri sendiri, yang selama dua puluh tiga tahun berhasil bereksperimen dalam melaksanakan demokrasi sejati di dunia berdasarkan persamaan, keadilan, dan moralitas.

Selain itu, Nabi Muhammad SAW juga dikenal sebagai seorang insan yang memiliki keluasan hati untuk menampung cerita yang menyelimuti kehidupan umat manusia, problem manusia yang menjadi beban, dan harapan yang menjadi dambaan setiap manusia. Dalam persoalan di atas, penulis memberikan pemahaman bahwa masyarakat Islam yang damai, tentram, dan sejahtera tercipta karena adanya pengaruh dari Nabi Muhammad SAW dalam menegakkan masyarakat Islam yang sesuai dengan syariat dan ajaran Allah SWT.

Gambaran kehidupan suatu masyarakat yang pernah terjadi pada masyarakat Arab sebelumya dengan menggunakan konsep dan cara yang berbeda dalam menegakkan sebuah peradaban yang baru. Apa yang dilakukan oleh Ibnu Khaldun dalam mengkaji tentang masyarakat, sebenarnya dilatarbelakangi oleh kehidupan yang dialaminya pada saat itu. Kondisi demikian, membuat seorang sosiolog, Ibnu Khaldun, menjadi lebih hebat dalam menganalisis kehidupan masyarakat.

Peran Ibnu Khaldun dalam perubahan peradaban manusia, khususnya peradaban Islam adalah menjadikan masyarakat Islam sebagai salah satu contoh untuk peradaban masyarakat yang lain. Konsep yang ada di dalamnya menjadi konsep yang tidak dapat dipisahkan dari kondisi kehidupan masyarakat Islam saat ini hingga nanti.

Keadilan, ketentraman, dan kenyamanan akan berhasil ketika suatu masyarakat menggunakan konsep tersebut, meskipun dari konsep yang diberikan oleh Ibnu Khaldun tidak sedikit yang menentangnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Asa Nahdlatul Ulama Merawat Jagat

Menyongsong abad kedua, Nahdlatul Ulama semakin melipatgandakan amal untuk mewarnai dunia. Siapapun akan menggelengkan kepala ketika mengamati langkah ambisius...

Artikel Terkait