Peran Tasawuf Dalam Kehidupan Modern

Artikel Populer

Kopiah.co – Islam dibangun atas tiga hal, yaitu, iman, Islam, dan ihsan. Bila ilmu akidah membimbing kita pada peningkatan keimanan, ilmu fiqih membimbing kita pada pemahaman hukum Islam, maka tasawuf menghantarkan kita pada ihsan ; perilaku dan perbuatan baik yang harus senantiasa ditegakkan dalam hidup. 

Sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi SAW dari Sayyidina Umar, bahwa “Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seolah-akan engkau melihatNya, kalaupun engkau tidak melihatNya, sesungguhnya Dia melihatmu”  

Dari hadits di atas, jelaslah bahwa tasawuf adalah jalan atau cara yang harus dilalui seseorang untuk mengenal Allah SWT. Jalan yang dimaksud adalah kesungguhan dan ketulusan kita dalam melakukan kebaikan yang semata-mata hanya untuk meraih ridha Allah SWT.

Faktanya, peran tasawuf ini selalu relevan diberbagai ruang dan waktu, termasuk di era modern seperti saat ini. Yang mana, di era modern saat ini penyimpangan dan kemunduruan moral kerap terjadi. Tentu penyimpangan itu bukan hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga orang lain.

Korupsi, perampokan, pencurian, dan perpecahan antar sesama manusia masih selalu terjadi. Untuk mengatasi semua ini, tidak bisa dengan uang dan ilmu pengetahuan, tetapi harus ditegakkannya pendidikan karakter yang berisi nilai-nilai tasawuf dan ajaran yang menjunjung tinggi akhlakul karimah.

Tidak dapat dipungkiri, bahwa kemajuan ilmu dan teknologi sangat berdampak bagi semua orang di muka bumi ini. Realitas ini, sedikit banyak turut serta memberi pengaruh bagi kehidupan. Sehingga diperlukan suatu pegangan agar kita tidak terjerumus dalam jurang keburukan, yaitu dengan berpegang teguh pada ajaran agama dan menjalankan nilai-nilainya dalam setiap detak dan detik kehidupan.

Para ulama senantiasa merenung atas perkembangan zaman yang terjadi. Betapa fenomena kehidupan yang hanya memandang materi, dan melupakan agama senantiasa tumbuh. Meskipun tidak menolak keberadaan Tuhan, tetapi kita bisa saja mengingkari Tuhan melalui perbuatan kita yang jauh dari nilai-nilai ajaran agama.

Oleh karena itu, untuk menjaga diri agar tetap berada dalam rel ajaran agama, dibutuhkan pendekatan keagamaan, peningkatan keimanan, dan keilmuan. Sehingga dengan begitu, kita akan senantiasa berada dalam garis ajaran agama.

Nilai-nilai di atas merupakan ajaran spiritual (tasawuf) yang seyogianya dapat diterapkan dalam kehidupan masa kini. Manfaat tasawuf di era modern ini sungguh banyak sekali. selain untuk memperbaiki hubungan kita dengan Allah, juga dapat membangun hubungan baik kita dengan sesama manusia dan makhluk Allah lainnya.

Ajaran tasawuf yang kita tegakkan akan menghasilkan batin yang bersih, sehingga kita dapat meluaskan hati untuk senantiasa mencintai orang lain. Sikap ini lah yang menyebabkan kita senantiasa mengutamakan orang lain dan menjunjung tinggi kemanusiaan di atas apa pun.

Dalam hal ini pun, makna tasawuf bukan diartikan sebagai sikap anti dunia. Karena terkadang banyak orang yang menerjemahkan tasawuf atau sikap zuhud sebagai sikap anti dunia, padahal itu adalah pemikiran yang keliru. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Dunia adalah ladang untuk kehidupan akhirat”. 

Hadits tersebut menjadi pijakan bagi kita agar menjadikan kehidupan dunia ini sebagai ladang untuk kebaikan, bukan untuk ditinggalkan. Pun, di era modern saat ini seyogianya kita memanfaatkan kemajuan teknologi untuk melakukan perbuatan baik sebanyak-banyaknya. Jika kita menggunakan media sosial, maka media sosial harus kita jadikan ladang untuk menanam dan menebar kebaikan.

Jika ada yang berasumsi bahwa tasawuf adalah menjauh dari dunia, maka sungguh asumsi itu keliru. Syekh Abdul Qadir Jailani, ulama sufi yang terkenal di salah satu tarekat, ia tidak pernah mengasingkan diri dari dunia. Namun dalam waktu yang sama, ia pun tidak menenggelamkan dirinya pada kesenangan dunia yang melupakan ibadah kepada Allah.

Ia pernah menyampaikan bahwa, “Kuasalah dunia, jangan dikuasai olehnya. Milikilah dunia, jangan dimiliki olehnya. Setirlah dunia, jangan diperbudak olehnya. Ceraikanlah dunia, jangan kamu diceraikan olehnya. Karna Nabi pernah mengatakan : sebaik-baik harta adalah harta hamba yang saleh”.

Pada akhirnya, untuk mengisi kehidupan di era modern ini kita harus menegakkan sikap moderat, yaitu menumbuhkan spiritual dan kerohanian dalam jiwa dan raga kita dalam beribadah kepada Allah, juga membangun hubungan baik dengan sesama.

Kita dapat mengisi setiap hari kita dengan berdzikir kepada Allah — sebagaimana menurut para ulama bahwa berdzikir adalah sarapan terbaik untuk jantung — yang membuat hati tenang. Tetapi juga kita harus membangun hubungan baik dengan sedekah, saling tolong menolong, dan kebaikan lainnya yang dapat membantu sesama manusia di ruang-ruang sosial.

Dengan demikian, kita dapat menjadikan kehidupan di dunia ini untuk menanam banyak kebaikan yang dapat mengantarkan kita kepada kehidupan terbaik di akhirat kelak. Betapa tasawuf sangat berperan penting dalam kehidupan kita. Beribadah kepada Allah dengan tenang, dan dapat menebar cinta kepada sesama merupakan kesejahteraan hidup yang hakiki.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Asa Nahdlatul Ulama Merawat Jagat

Menyongsong abad kedua, Nahdlatul Ulama semakin melipatgandakan amal untuk mewarnai dunia. Siapapun akan menggelengkan kepala ketika mengamati langkah ambisius...

Artikel Terkait