Memahami Prinsip Gotong Royong

Artikel Populer

Kopiah.co – Gotong royong adalah ciri khas autentik warga Indonesia. Fakta ini merupakan tradisi luhur yang harus selalu dijaga. Sejak kecil, saya pun telah tumbuh di lingkungan yang menghidupkan gotong royong. Betapa semangat gotong royong sangat semarak digaungkan oleh masyarakat Indonesia.

Terekam jelas dalam ingatan saya di antaranya kegiatan “JUMSIH” atau jum’at bersih-bersih yang dilaksanakan oleh seluruh warga di kampung. Tentu hal ini merupakan tradisi adiluhung yang diajarkan oleh nenek moyang bangsa Indonesia.

Gotong royong merupakan sikap perhatian kita terhadap lingkungan dan masyarakat. Karena hakikatnya, setiap manusia tidak bisa hidup sendirian. Sebagaimana yang disampaikan oleh Ibnu Khaldun, Bapak Sosiologi Dunia, dalam magnum opusnya al-Mukaddimah, ia mengungkapkan bahwa, “Al-insanu madaniyun bi al-thab’i”, yang berarti setiap manusia pasti membutuhkan yang lainnya.

Sejak 14 abad lalu, prinsip gotong royong sudah dipraktikkan oleh Nabi Muhammad Saw. dan para sahabat. Dari mulai pembangunan masjid, hingga pembangunan peradaban masyarakat, faktanya dilaksanakan secara bersama-sama dan gotong royong.

Dalam konteks ke-Indonesiaan pun, tak diragukan lagi bahwa kemerdekaan Indonesia diraih melalui perjuangan bersama yang dilakukan dengan gotong royong. Seluruh bangsa Indonesia, dari berbagai latar belakang suku, agama, dan ras yang berbeda, bersatu dalam gotong royong demi terciptanya kemerdekaan.

Sejatinya, dalam gotong royong terdapat persatuan. Perbedaan latar belakang seharusnya tidak menjadi hambatan untuk bekerja sama. Selama untuk kepentingan bersama, gotong royong harus ditegakkan.

Tercatat dalam sejarah bahwa para pendiri bangsa telah mencotohkan prinsip persatuan dan gotong royong ini. Sebut saja KH. Hasyim Asy’ari, KH. Ahmad Dahlan, dan Bung Karno. Mereka adalah sosok yang tidak pernah absen dalam menghidupkan persaudaraan antar sesama melalui gotong royong.

Jika kita memahami lebih dalam terhadap makna Al-Qur’an, terdapat pelajaran yang menegaskan kepada kita tentang pentingnya gotong royong. Hal tersebut telah disampaikan dalam al-Quran surat al-Maidah ayat dua. Allah SWT. berfirman : “Dan tolong bantulah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan lakukan tolong-menolong dalam kesalahan dan kesalahan”.

Ayat tersebut menyampaikan pesan kepada kita akan pentingnya gotong royong dalam kebajikan. Dan tentunya larangan kerja sama atas suatu kejahatan. Pada saat yang sama, ayat di atas juga menjadi pijakkan bagi kita akan pentingnya saling bahu membahu dalam kebaikan di muka bumi ini. Persatuan dan gotong royong ini lah yang menjadi modal dalam meraih peradaban yang berkemajuan.

Metamorfosis dari gotong royong sendiri dapat kita rasakan dampak positifnya. Pekerjaan yang semakin ringan, terwujudnya kemaslahatan, menambah banyak manfaat dan hasil yang lebih baik, serta kesolidan antar masyarakat.

Konteks gotong royong sendiri tidak hanya dilakukan di lingkungan masyarakat saja. Tetapi, bisa dibangun sejak dari luang lingkup keluarga sampai antar bangsa dan negara. Sebagaimana hubungan kerja sama yang dibangun oleh Bung Karno dengan bangsa-bangsa dan negara-negara di dunia.

Melalui prinsip persahabatan dan gotong royong, Bung Karno membangun hubungan baik antar bangsa dan negara. Di antaranya hubungan yang ia jalin dengan Presiden pertama Tunisia, Habib Bourguiba, keduanya saling bahu membahu, bekerja sama, dan gotong royong dalam pembangunan bangsa dan negara.

Tak hanya itu, dalam pidato 1 Juni, hari di mana lahirnya Pancasila, Bung Karno menyampaikan dengan tegas bahwa isi dari setiap sila yang ada pada Pancasila itu, jika diperas menjadi satu maka menjadi gotong royong.

Hal tersebut merupakan makna yang lahir dari realitas masyarakat Indonesia, yang terus menghidupkan gotong royong dalam hal apapun. Dari mulai hal terkecil sampai lebih besar lagi yaitu kemajuan dan negara, masyarakat Indonesia menghidupkan prinsip gotong royong.

Maka dari itu, seyogianya kita menyadari akan pentingnya prinsip gotong royong. Prinsip berharga ini telah digagas oleh Bung Karno dan para pendiri bangsa sebagai fondasi dalam meraih kemerdekaan.

Mestinya, kita menjaga prinsip gotong royong ini agar selalu menghantarkan kita kepada kepribadian yang lebih baik, baik di lingkungan keluarga maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara secara umum.

1 COMMENT

  1. Bpk guru🤭
    Bagai mana cara kita senantiasa menjaga gotongroyong di lingkungan keluarga dan masyarakat?

    Apa saja kendala tidak terjadinya gotongroyong di likunagan keluarga atau masyarakat? Solusinya gimana?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Asa Nahdlatul Ulama Merawat Jagat

Menyongsong abad kedua, Nahdlatul Ulama semakin melipatgandakan amal untuk mewarnai dunia. Siapapun akan menggelengkan kepala ketika mengamati langkah ambisius...

Artikel Terkait