Belajar dari Pak Bas

Artikel Populer

KOPIAH.Co — Siapa yang tidak mengenal sosok ini. Seorang dengan gelagatnya yang jenaka, yang acapkali membuat masyarakat seantero nusantara tertawa menggelitik. Ketenarannya menjadikan ia sebagai seorang yang dinilai tanpa gimmick dalam mengemban amanat rakyat.

Siapa lagi kalau bukan Menteri Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia sejak 2014, Basuki Hadimuljono, yang kemudian dikenal dengan sebutan ‘Pak Bas’.

Pak Bas adalah key man dan suksesor pembangunan infrastruktur di era pemerintahan Presiden Jokowi dua periode. Orang yang hadir apa adanya, sederhana dalam bersikap, mengabdi untuk tanah air tiada henti, dan tidak berjarak dengan rakyat yang ia temui.

Pada hari Rabu, 7 Februari 2024, Pak Bas bertemu sapa dengan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Mahasiswa Indonesia di Tunisia. Pertemuan itu digelar di tengah kunjungannya ke Tunisia untuk hadir dalam High Level The 5th Mediterranean Water Forum.

Dengan wajah guyon dan tak terlihat lelah, Pak Bas menyapa seluruh tamu undangan dan mahasiswa yang hadir di acara yang bertajuk “Temu Sapa dan Menyanyi Bersama Pak Bas”.

Dalam sambutannya, Pak Bas berkali-kali melontarkan guyonan khasnya kepada mahasiswa. Tak lupa ia juga memberikan wejangan kepada mereka dengan memberikan tips dan trik agar bisa menjadi pembelajar yang sukses di masa yang akan datang.

Dari sini setidaknya penulis menyimpulkan ada tiga hal yang harus dimiliki seorang pembelajar menurut sang menteri PUPR.

Percaya Kepada Proses

Pak Bas menuturkan bahwasanya sebagai anak muda yang sedang menempuh pendidikan di  luar negeri harus mengerti dan menjalani proses yang ada. Apapun prosesnya, sesulit apapaun jalur terjal di depan, kita sebagai anak muda harus sabar dan tabah menghadapinya.

Pak Bas juga bercerita bagaimana ia menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada lalu melanjutkan program magister dan doktoral di Universitas Colorado, Amerika Serikat bukan tanpa hambatan. Ia belajar menjadi seorang survival dan terus tekun mengarungi proses apapun yang ada didepan.

Pak Bas berpesan ketika anak muda melalui proses, maka kesempatan untuk bisa expert di suatu bidang yang ditekuni akan terbuka lebih luas. Karena menurutnya, anak muda yang hanya mau melalui hal-hal yang terkesan instan dan grasak-grusuk tidak akan menjadikannya optimal dan ahli di suatu bidang.

Berdoa dan Olah Batin

Hal lain yang menurut Pak Bas penting untuk dimiliki oleh seorang pembelajar adalah kemampuan untuk olah batin dan rajin berdoa. Pak Bas, dalam sesi tersebut menceritakan bagaimana sulitnya ia menempuh pendidikan doktoral karena beasiswa yang ia peroleh harus putus dan hanya bisa untuk membiayai program magisternya.

Akan tetapi dengan semangat bahwa ia harus tuntaskan doktoralnya, Pak Bas tak kehabisan akal. Ia tidak pernah sekalipun bolos perkuliahan, ia menikmati momen dimana ia belajar sungguh-sungguh. Ia rajin ibadah lima waktu bahkan menyempatkan Sunnah tahajjud dan puasa senin kamis.

Pak Bas mengolah batinnya agar ia bisa belajar kuat dan sabar untuk sampai ke titik sekarang ini.

Profesional Menekuni Karir Yang Diinginkan   

Aspek ketiga yang menurut Pak Bas tidak kalah penting adalah profesionalitas. Hal inilah yang membawa Pak Bas menjadi salah satu menteri penting andalan Pak Jokowi selama dua periode setelah mengabdi kurang lebih 45 tahun di Kementerian PUPR.

Pak Bas menekankan bahwa ketika sedang menekuni karir yang kita jalani, jangan lupa untuk menjadi orang yang professional. Profesional disini ia artikan sebagai sesuatu dimana kita mengerjakan sesuatu dengan hati, setia, tanpa pamrih, dan ikhlas.

Menurut Pak Bas, profesional adalah kerja, kerja, dan kerja. Mengabdi untuk rakyat tiada henti. Bagi Pak Bas, mengemban amanah sebagai Menteri PUPR tidak lain dan tidak bukan hanya untuk memberikan manfaat bagi rakyat.

Berapa banyak pembangunan irigasi air yang ia bangun untuk kelangsungan hidup rakyat, berapa banyak pembangunan jalan tol yang ia koordinatori demi terdistribusinya kebutuhan hidup masyarakat banyak, itu tidak lain dan tidak bukan hanyalah untuk pembangunan bangsa dan negara.

Duta besar Indonesia untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi juga menuturkan bagaimana ia belajar dari seorang Basuki Hadimuljono selama tiga hari kunjungan di Tunisia. Dalam sambutannya, Gus Mis menyampaikan bahwasannya betapa penting arti pembangunan untuk Indonesia. Dan itu semua sudah dikerjakan sebaik mungkin oleh seorang yang bernama Basuki Hadimuljono.

Pak Bas adalah Pak Bas. Seseorang yang dicintai karena kinerjanya yang luar biasa, gelagatnya yang jenaka, tanpa gimmick dan settingan. Kepiawaiannya bermain drum dan fotografi menjadikan kebahagiaan tersendiri bagi dirinya dikala rasa lelah melanda.

Bagi Pak Bas, mengabdi kepada ibu pertiwi adalah harga mati. Di akhir sambutan Pak Bas ia bekata “ I Love You Full semuanya”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Muslim Progresif : Paradigma Berpikir Omid Safi Tentang Keadilan, Gender dan Pluralisme

Oleh : Muhammad Sheva Maulaya Zuhdi, Mahasiswa Indonesia di Universitas Zaitunah Kairouan Tunisia Kopiah.Co — Di era modern yang semakin...

Artikel Terkait