Islam Agama Kemanusiaan

Artikel Populer

Agama sejatinya hadir di muka bumi untuk mengatur tatanan kehidupan umat manusia. Ibnu Asyur, ulama Tunisia dalam kitabnya Ushul al-Nizham Al-ijtima’i fi al-Islam (Pramata Sosial dalam Islam) mengatakan, bahwa maksud dan tujuan Tuhan menghadirkan agama adalah untuk membangun kemaslahatan bagi semua penduduknya. 

Allah SWT berfirman dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 205 : “Dan apabila dia berpaling (dari engkau), dia berusaha untuk berbuat kerusakan di bumi, serta merusak tanam-tanaman dan ternak, sedang Allah tidak menyukai kerusakan”. 

Dari pandangan Ibnu Asyur ini, kita memahami bahwa wujud beragama yang sifatnya merusak, sungguh bertentangan dengan tujuan agama. Sebab itu, melakukan tindakan terorisme atas nama agama, sama sekali tidak dibenarkan dalam Islam. 

Dalam konteks Indonesia, sikap keagamaan kita harus ditampilkan dalam bentuk semangat menjaga kerukunan di tengah keberagaman. Dalam bahasa kita disebut dengan “bhinneka tunggal ika”, berbeda-beda tapi tetap satu tujuan. 

Para ulama kita, sejak era kemerdekaan, sebut saja misalnya Kyai Hasyim Asy’ari yang berperan penting dalam melawan penjajahan Belanda. Bagi Kyai Hasyim, beragama tidak hanya berhenti di ruang formal saja seperti shalat dan puasa, namun lebih jauh dari itu, harus memberikan dampak pada ibadah fungsional, yaitu menegakkan keadilan dan menolak penindasan.

Faktanya, manusia memang lahir di muka bumi sebagai makhluk sosial yang butuh terhadap kebahagiaan dan menolak segala bentuk penderitaan. Sehingga saling bekerjasama dalam kebaikan, sangat dibutuhkan.

Ibnu Khaldun, Pemikir Tunis dalam kitabnya Al Muaddimah mengungkapkan bahwa Al insanu madaniyun bi al thabi, artinya manusia adalah makhluk sosial. Maka, hidup bergotong royong menjadi sebuah keniscayaan dalam kehidupan manusia.

Sebab itu, untuk membangun tatanan dunia yang berperikemanusiaan, agama telah hadir sebagai pedoman kita. Sehingga, setiap umat beragama, sejatinya setiap kata dan tindakannya harus berpihak pada kepentingan dunia kemanusiaan. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Muslim Progresif : Paradigma Berpikir Omid Safi Tentang Keadilan, Gender dan Pluralisme

Oleh : Muhammad Sheva Maulaya Zuhdi, Mahasiswa Indonesia di Universitas Zaitunah Kairouan Tunisia Kopiah.Co — Di era modern yang semakin...

Artikel Terkait