Tapak Tilas Kota Zaghouan, Negeri Seribu Wali

Artikel Populer

Kopiah.Co — Di wilayah timur Tunisia, terhampar Gunung Zaghouan atau dalam bahasa Arab disebut Djebel Zaghouan, sebuah gunung megah yang menjulang tinggi hingga 1.295 meter di atas permukaan laut.

Tepat di bawah kaki gunung ini, terletak kota Zaghouan yang menjadi saksi bisu sejarah peradaban bangsa Romawi, para wali dan keindahan alamnya yang natural. Namun, yang membuat Gunung Zaghouan begitu istimewa juga karena keberadaan Kuil Romawi yang disebut Temple des Eaux, atau Kuil Air.

Kuil tersebut bukan hanya bangunan bersejarah, tetapi juga menjadi saksi tentang ketangguhan bangsa Romawi yang mampu membangun saluran air dan mengalir ke semua kota di Tunisia hingga lebih dari 100 km, diakhiri dengan Kartago.

Zaghouan, Negeri Seribu Wali

Sebagai kota yang bersejarah, Zaghouan juga memiliki kota tua dan dijuluki sebagai kota seribu Wali. Di dalamnya terdapat berbagai bangunan masjid atau rumah yang coraknya diambil dari Andalusia.

Di kota tua itu juga terdapat kuburan wali yang sangat terkenal, yaitu Sidi Ali Azzuz. Ia dikenal sebagai seorang wali keturunan Andalusia yang dermawan, yang mengabdikan hidupnya untuk kepentingan kemanusiaan.

Memang, menariknya para wali di Tunisia dikenal sebagai sosok yang seimbang antara ibadah formal dan ibadah fungsional. Satu waktu, mereka mengajar dan menjadi imam di masjid, namun dalam waktu yang bersamaan mereka juga memberikan uang, makan, dan tempat tinggal untuk warga sekitar yang membutuhkan.

Bergeser ke bagian selatan wilayah Zaghouan, juga terdapat Zawiya (tempat berdzikir) Sidi Bugabrin (بو قبرين) seorang wali yang memilih menetap di atas gunung paling tinggi di Tunisia untuk memperkuat spiritualitas. Ia berdzikir dan belajar di kawasan paling tinggi Zaghouan, tepatnya di puncak gunung Bugabrin.

Tidak berhenti sebagai seorang ahli agama, Sidi Bugabrin juga dikenal sebagai pelindung kota Zaghouan. Karena di masanya, ia adalah pejuang Islam awal yang menaklukkan benteng Bizantium di wilayah tersebut.

Area keagamaan dan spiritualitas milik Sidi Bugabrin yang terletak di ketinggian Gunung Zaghouan juga bukan hanya dianggap sebagai tempat suci, namun juga sebagai tempat perlindungan (defensif) yang strategis, untuk bersembunyi dari serangan musuh.

Selain itu, Zaghouan juga menjadi kota hidupnya Sidi Medien, seorang wali dan tokoh agama yang sangat terkenal di masanya sebagai orang saleh dan dermawan. Ia mengabdikan hidupnya untuk ilmu pengetahuan dan kemanusiaan.

Istimewanya, para wali yang ada di Tunisia memiliki koneksi yang kuat dan dekat dengan Sidi Abu Hasan Al-Syadzili, seorang wali asal Maroko, menetap di Tunisia dan wafat di Mesir. Abu Hasan Al-Syadzili adalah guru dari Syeikh Abu Abbas Al-Mursi dan Ibnu Athaillah Al-Sakandari.

Jika berkunjung ke Tunisia, kota kecil Zaghouan bisa menjadi satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi. Di kota ini, kita dapat menemukan keindahan alam yang hijau, gunung-gunung yang menjulang tinggi, napak tilas sejarah Romawi, hingga wisata religi dengan berziarah ke Makam Sidi Ali Azuz dan Zawiya Sidi Bugabrin.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Muslim Progresif : Paradigma Berpikir Omid Safi Tentang Keadilan, Gender dan Pluralisme

Oleh : Muhammad Sheva Maulaya Zuhdi, Mahasiswa Indonesia di Universitas Zaitunah Kairouan Tunisia Kopiah.Co — Di era modern yang semakin...

Artikel Terkait