Kopiah.Co — Dalam rangka menyemarakkan satu abad Nahdlatul Ulama, warga NU (Nahdliyyin) di Tunisia ngaji kitab Mukaddimah Ibnu Khaldun. Kegiatan ngaji magnum-opus Ibnu Khaldun...
Kopiah.co - Pada 16 Juli 2022, KBRI Tunis menggelar malam Diplomasi Puisi Indonesia-Tunisia. Kegiatan tersebut menghadirkan sastrawan terkemuka Indonesia, Jamal D. Rahman dan sejumlah...
Kopiah.co - Pancasila sebagai falsafah bernegara rakyat Indonesia memiliki kesan tersendiri di mata rakyat Tunisia, pasalnya, persahabatan erat yang telah dibangun oleh Soekarno dan...
Kopiah.Co - Menimbun barang atau yang biasa disebut ihtikar dalam Bahasa Arab, merupakan hal yang diharamkan dalam Islam. Terlebih jika barang tersebut merupakan barang-barang yang diperlukan oleh masyarakat dalam kesehariannya....
Kopiah.co - Dalam rangka menjalin silaturahmi serta berdiskusi mengenai program dan rancangan kegiatan, pengurus Dewan Perwakilan Luar Negeri Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Mesir (DPLN...
Kopiah.co - Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional( HSN), Dewan Pengurus Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDI-Perjuangan) menggelar kegiatan webinar pada Jumat,...
Kopiah - Semarak Hari Santri Nasional selalu disambut gembira, bahkan diaspora Indonesia yang pada tubuhnya mengalir darah santri di seluruh penjuru dunia turut menyambutnya....
Kopiah.co- Pengurus Dewan Perwakilan Luar Negeri Partai Demokrasi Indoesia Perjuangan Mesir (DPLN PDI-Perjuangan Mesir) kembali menyelenggarakan agenda kunjungan. Kali ini, delegasi DPLN PDI Perjuangan...
Kopiah.co – Delegasi Dewan Perwakilan Luar Negeri Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Mesir (DPLN PDI Perjuangan Mesir) berkunjung ke Kedutaan Besar Republik Indonesia Kairo pada...
Kopiah.co - Dulu di MTs saya diperkenalkan pertama kali dengan nama Khawarij sebagai golongan atau sekte dalam Islam. Lalu dipertemukan lagi dengan yang namanya...
Mengapa Indonesia tetap kokoh dalam keberagaman sementara negara lain terbelah? Melalui diskusi hangat di Elkram, Tunisia, terungkap bagaimana "Api Islam" Bung Karno menjadi mesiu persatuan yang melampaui sekadar ritual. Sebuah refleksi mendalam tentang kemerdekaan, kemanusiaan, dan masa depan bangsa.